Connect with us

Bontang

Angka Kemiskinan di Bontang Capai 7.910 Jiwa, Ini Penyebabnya Versi BW

Published

on

BEKESAH.co- Angka kemiskinan di Kota Bontang mengalami peningkatan. Dari 7.470 jiwa di tahun 2019, bertambah menjadi 7.910 jiwa pada tahun 2020.

Pandemi Covid-19 yang melanda sejak setahun terakhir, dikatakan sebagai salah satu faktor yang menimbulkan bertambahnya pengangguran.

Meski kenaikannya tidak signifikan, sekira 0,16 persen, namun anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang menilai pemerintah harus menperoteksi angka tersebut semakin bertambah.

“Kita itu sekarang dihantam dari segala penjuru. Mulai dari persoalan Covid, lesunya perekonomian yang menimbulkam resistensi di dunia perhotelan, pariwisata dan lainnya,” ungkap Bakhtiat saat ditemui di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (10/3/2021).

Advertisement

Selain itu, sektor tambang yang kini wilayah tambangnya tidak diperpanjang. Kemudian, beberapa subkon atau anak-anak perusahaan yang membatasi produktifitasnya. Sehingga, itu berdampak pada sektor tenaga kerja.

Semakin banyaknya pengangguran maka akan berbanding lurus dengan bertambahnya angka kemiskinan. Tidak hanya itu, dikhawatirkan pula tingkat kriminalitas akan bertambah.

“Jika tingkat pengangguran tinggi, maka siap-siap saja pemerintah itu memprotect bagaimana kesenjangan sosial,” terangnya.

Untuk meminimalisir hal itu, BW–sapaan akrabnya, meminta agar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bontang harus dioptimalkan. Karena aktivitas UMKM dapat mendongkrak peningkatan perekonomian.

Advertisement

“Galakkan UMKM. Karena tahun 98 sejarah membuktikan di tengah krisis ekonomi kita mampu melewati itu dengan UMKM,” tuturnya.(*)

Penulis : Maimunah Afiah

Baca Juga  Belum Ngalir 3 Hari, Warga Ambil Air di Pinggir Sungai, Ini Kata PDAM Bontang