Connect with us

Bontang

Alasan Pemkot Coret 4.219 KK dari Data Penerima BLT Rp 500 Ribu

Published

on

BEKESAH.co– Di tengah kondisi perekonomian yang semakin sulit akibat pandemi corona virus, bantuan dari pemerintah jadi hal yang paling diharapkan warga. Terlebih untuk urusan perut.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kemudian mengeluarkan kebijakan untuk membantu warga miskin baru terdampak Covid-19 melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 500 ribu.

Dari hasil pendataan RT, sebanyak 17.139 kepala keluarga diusulkan ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos P3M) Kota Bontang.

Namun setelah melalui verifikasi, hanya 12.896 KK yang lolos penyaringan. Sisanya dicoret. Meski begitu, bukan tanpa alasan Dinsos P3M menganggap 4.219 KK tak layak dapat jatah BLT Rp 500 ribu.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Pemkot Bontang, Aguswati membeberkan, dari 17.139 permohonan BLT Covid-19, sebanyak 558 KK sudah terdaftar sebagai penerima bantuan pusat Program Keluraga Harapan (PKH).

“Penerima BLT Pusat ada 2.063 KK, kemudian yang terdaftar sebagai penerima program sembako BPNT (E-Warong) sebanyak 1.511 KK, dan ada 87 KK ganda,” papar Aguswati kepada Bekesah.co, Senin (27/4/2020).

Besaran bantuan yang diterima warga PKH, kata Aguswati tergantung dari kategori kondisi warga tersebut. Sehingga jumlahnya berbeda-beda. Sedangkan program BLT Pusat, itu bantuan warga yang terdampak bagi kota/kabupaten yang melaksanakan PSBB.

“BLT Pusat nilainya Rp 600 ribu. Kemudian Program Sembako BPNT istilah kerennya E-Waroeng nilainya Rp 200 ribu, BLT Kota Bontang sebesar Rp 500 ribi yaitu berupa uang tunai Rp 200 ribu melalui Dinsos, dan sembako senilai Rp 300 ribu melalui kelurahan,” paparnya.

Advertisement

“Untuk yngg ganda tidak dapat diproses, karena aturan yang berlaku di Indonesia, warga yang menerima bantuan dari APBD maupun pusat, tidak boleh rangkap. Jadi bukan kami yang tidak mau memberi,” sambungnya.(*)

Penulis: Ismail Usman

Continue Reading
Advertisement

2022 © Bekesah.co